Menu Masakan Dalam Seminggu

8:00 AM

source here


Semua hal butuh perencanaan, iya semuaaaa. Walaupun kadang rencana nggak mesti berjalan mulus, tapi dengan perencanaan setidaknya kita lebih terarah.
Termasuk salah satunya adalah dalam hal makaaaaaannn!!!

Jadi ceritanya kami (saya dan suami) itu akhir-akhir ini lagi bosen makan. Habisnya tiap makan ketemu itu lagi itu lagi. Kalo ga nasi goreng, orak arik, telor ceplok ya telor dadar. Boseeen bangeet kan ya?


Saya pusing kalo tiap kali mau makan mesti mikir "mau makan apa?", tanya suami "mas mau makan apa?". Binguuung. Liat kulkas. Akhirnya ya bikin makanan seadanya bahan. Kami nggak tahan. Nggaak tahaan. Ini menyiksa raga dan batin kami yang suka makan. Yang ketika bangun pagi langsung laper dan cari makanan. Apalagi saya sebagai busui yang selalu pengen ngunyah.

Ini juga buruk buat gizi kami. Karena kami makan makanan yang itu-itu aja. Akhirnya kami sepakat untuk membuat "perencanaan makan dalam seminggu" termasuk makanan mba Alma. Horeeee.... *gunting pita

Daan ternyata susah juga ih bikin menu makanan seminggu. Dalam seminggu harus ada sayur, buah, protein. Dan masakannya nggak boleh diulang. Kami pilih-pilih menu masakan. Tentunya yang sesuai dengan program diet suami. Karena suami saya dalam masa pengobatan GERD. Makanan pantangannya banyaaak. Lain kali saya posting sendiri.

Yang penting dalam perencanaan masak adalah:

1. Variasi bahan
Dalam seminggu diusahakan bahan makananya beda semua. Terutama untuk sayurnya sih. Kalo lauknya ada yang diulang nggak apa-apa lah. Karena kadang lauk itu dimasak 1 kali nggak habis. Misal beli ayam 1 ekor, kan nggak mungkin habis 1 hari.


2. Variasi cara masak
Untuk menghindari kebosanan, bahan makanan yang sama bisa bisa dimasak dengan cara yang beda. Telor ya jangan cuma diceplok atau didadar terus. Hahahaha...bisa dibikin balado, bumbu bali, bumbu kecap.


3. Porsi disesuaikan
Porsi masak disesuaikan sama yang makan. Jangan sampe kurang atau kebanyakan. Kalo bisa nggak nyisa deh. Biar nggak kebuang. Sayang kan. Dan kalo bisa sih jangan ngangetin makanan untuk dimakan lagi hari berikutnya.


4. Memperhatikan sifat bahan masakan
Waktu bikin jadwal menu, utamakan masak bahan yang gampang busuk. Jadi makanan kerasa lebih enak karena bahannya masih seger. Untuk bahan yang tahan lama dimasak belakangan nggak apa-apa. Kami belanja setiap 3 hari sekali biar makanan yang dimakan lebih seger. Kalo belanja langsung untuk seminggu biasanya ada bahan yang udah nggak fresh terutama sayuran.


Ini contoh menu makanan kami untuk seminggu


Menu sarapan sengaja kami pilih yang simpel, praktis dan cepet masaknya. Karena kami anaknya bangun tidur pengen langsung makan. Hahaha...yang paling simpeeel adalah overnight muesli. Malem direndem di kulkas, paginya bisa langsung dinikmati. Selanjutnya saya tinggal masak untuk makan siang dan malam. Terus juga diperhatikan kalo kira-kira dalam seminggu itu ada acara makan di luar, misalnya arisan keluarga, kondangan atau sekedar main terus makan di luar. Jadinya siap-siap buat nggak masak. Biar nggak percuma masak tapi nggak dimakan. Misal siang makan di luar, berarti cuma masak buat makan malem yang sekali habis kaya capcay kuah atau kwetiaw atau nasi goreng. 


Perencanaan menu juga sekalian buat mba Alma. Karena mba Alma sekarang udah males makan makanan bayi, jadi menu makan saya samain aja sama orangtuanya. Tinggal ambil masakan sebelum ditambah gulgar terus diblender kasar. Tapi untuk masakan tertentu aja sih.

Manfaat apa sih yang dirasakan dari membuat perencanaan menu??

1. Lebih semangat makan
Jujur aja, saya anaknya bosenan sama makanan. Karena perencanaan menu, makanan yang dimakan jadi lebih bervariasi. Dan ituuu bikin saya lebih semangat makan.


2. Lebih hemat
Jelaaas lebih hemat karena jadi jarang jajan di luar. Juga karena ketika belanja saya cuma list bahan makanan yang mau dimasak aja, nggak beli bahan lain walaupun terlihat menarik. Wkwkwk
Dulu sebelum bikin perencanaan menu, belanja membabi buta. Ini itu dibeli, tapi akhirnya ada yang nggak dimasak dan busuk. Karena belanjanya terlalu banyak.


3. Meningkatkan skill masak
Kalo mau bikin variasi menu, mau nggak mau pasti harus nyoba masak menu baru kan? Nah, di situ letak tantangannya. Yang biasanya cuma bikin telor ceplok terus bisa bikin telor bumbu bali. LOL.


4. Zat gizi terpenuhi (mungkin loh yaa...hehe)
Sebisa mungkin bikin menu gizi seimbang sih. Yang jelas mencakup karbo, sayur, lauk dan buah. Harapannya bisa hidup lebih sehat. Hehe



Saya pikir layak dicoba lah untuk yang belum pernah bikin jadwal menu. Dan rasakan bedanyaaaa. Wkwkwk

-nuki-

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

About Me

Like us on Facebook

Flickr Images

Total Pageviews